Popular Post

Archive for 2016

By : rosetia

1.      Faktor yang mempengaruhi etika pada bisnis
Jb:
a.      Perbedaan budaya
Perilaku bisnis orang indonesia tentu saja berbeda dengan negara lain. Hal yang sama, daerah atau kota tertentu berbeda perilaku bisnisnya dengan daerah lain.
b.      Pengetahuan
Semakin banyak hal yang diketahui dan semakin baik seseorang memahami suatu situasi, semakin baik pula kesempatannya dalam membuat keputusan-keputusan yang etis. Ketidaktahuan bukanlah alasan yang dapat diterima dalam pandangan hukum, termasuk masalah etika.
c.        Perilaku Organisasi
Dasar etika bisnis adalah bersifat kesadaran etis dan meliputi standar – standar perilaku. Banyak organisasi menyadari betul perlunya menetapkan peraturan-peraturan perusahaan terkait perilaku dan menyediakan tenaga pelatih untuk memperkenalkan dan memberi pemahaman tentang permasalahan etika.

2.       contoh kode etik pada bisnis
Jb:
Perilaku etika dalam bisnis hanyalah sebagian etika bisnis yang harus Anda miliki, selain itu Anda juga harus memiliki etika lainnya yang tentunya yang dibutuhkan dalam mengendalikan diri, bisnis dan moral/ prilaku Anda. Etika lain yang harus Anda miliki diantaranya:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan akan tanggung jawab secara social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak terombang-ambing oleh pesatnya akan perkembangan informasi serta teknologi
4. Menciptakan akan persaingan yang sehat
5. Menerapkan akan konsep “pembangunan yang berkelanjutan”
6. Menghindari dari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan bahwa itu memang benar atau salah
8. Menumbuhkan sikap untuk saling percaya baik antara golongan pengusaha kuat atau golongan pengusaha bawah
9. Konsekuen dan konsisten atas aturan main yang sudah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan akan sikap sadar, rasa memiliki atas apa yang sudah disepakati dan tidak memberikan kecurangan
11. Perlu etika bisnis yang dituangkan pada suatu hukum yang positif dengan berupa peraturan yang berlaku pada perundang-undangan

3.      Apa kaitan kode etik bisnis dan kode etik profesi
Jb:
Karena kode etik merupakan seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku setiap individu. Maka, keterkaitannya kode etik bisnis dan kode etik auditor yaitu untuk  memenuhi tanggung jawab dengan standar profesionalisme tinggi, untuk mencapai tingkat kinerja tinggi dengan orientasi kepada kepentingan public.


Sumber :        

             http://bisnisi.com/10-contoh-etika-bisnis-yang-wajib-dimiliki-oleh-pebisnis/
By : rosetia
1.Contoh Perusahaan Dan Auditor Yang Melakukan Pelanggaran Etika Profesi
Laporan Keuangan Ganda Bank Lippo Tahun 2002

Kasus ini merupakan kasus dimana Bank Lippo melakukan  pelaporan laporan keuangan  ganda pada  tahun 2002. Kasus Lippo bermula dari adanya tiga versi laporan  keuangan yang ditemukan oleh Bapepam  untuk periode 30 September 2002, yang  masing-masing berbeda. Berikut laporan keuangan tersebut :
Laporan pertama, yang diberikan kepada publik atau diiklankan  melalui media massa pada 28 November 2002.
Laporan kedua, yang diberikan kepada BEJ pada 27 Desember 2002.
Laporan ketiga, yang disampaikan akuntan publik, dalam hal ini kantor akuntan publik Prasetio, Sarwoko dan Sandjaja dengan auditor Ruchjat Kosasih dan disampaikan kepada manajemen Bank Lippo pada 6 Januari 2003.
Dari ketiga versi laporan keuangan tersebut yang benar-benar telah diaudit dan  mencantumkan ”opini wajar tanpa pengecualian” adalah laporan yang disampaikan pada 6 Januari 2003. Dimana dalam laporan itu disampaikan adanya penurunan AYDA (agunan yang diambil alih) sebesar Rp 1,42 triliun, total aktiva Rp 22,8 triliun, rugi bersih sebesar Rp 1,273 triliun dan CAR sebesar 4,23 %. Untuk laporan keuangan yang diiklankan pada 28 November 2002 ternyata terdapat kelalaian manajemen dengan mencantumkan kata audit. Padahal laporan tersebut belum diaudit, dimana angka yang tercatat pada saat diiklankan adalah AYDA sebesar Rp 2,933 triliun, aktiva sebesar Rp 24,185 triliun, laba bersih tercatat Rp 98,77 miliar, dan CAR 24,77 %.
Analisis :
Akuntan  publik tersebut telah melakukan pelanggaran kode etik profesi akuntansi karena telah membuat laporan keuangan  ganda yang dapat menyesatkan para pengguna  laporan keuangan. Tindakan  mencantumkan laporan yang belum diaudit dengan mengiklankan di media masa untuk publik dengan kata sudah di audit yang dilakukan akuntan publik adalah tindakan yang melanggar integritas dimana seorang akuntan harus sangat jelas dan jujur dalam segala pekerjaan profesionalnya maupun dalam  hubungan bisnisnya. Dapat dilihat dari kasus ini bahwa akuntan publik belum mengerjakan profesinya secara profesional. Seharusnya akuntan publik melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan, sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati.
Dampak dari kasus tersebut adalah  BAPEPAM menjatuhkan sanksi denda kepada jajaran direksi PT Bank Lippo Tbk. sebesar Rp 2,5 miliar, karena pencantuman kata ”diaudit” dan ”opini wajar tanpa pengecualian” di laporan keuangan 30 September 2002 yang dipublikasikan pada 28 Nopember 2002, dan  juga menjatuhkan  sanksi denda sebesar Rp 3,5 juta kepada Ruchjat Kosasih selaku partner kantor akuntan  publik (KAP) Prasetio, Sarwoko & Sandjaja karena keterlambatan penyampaian  informasi penting mengenai penurunan AYDA Bank Lippo selama 35 hari.
Profesi akuntan  publik adalah  profesi yang mengutamakan  kepercayaan. Oleh karena itu sistem yang sudah dibangun  harus dilaksanakan agar profesi akuntan publik mendapatkan tempat yang terhormat bagi klien, dunia usaha, pemerintah dan pihak lain yang  mempunyai  kepentinagn terhadap  profesi akuntan  publik. Pusat Pembinaan  Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) adalah  unit di Kementerian Keuangan yang salah  satu tugas dan fungsinya melakukan  pembinaan  terhadap akuntan. Sanksi dapat diberikan  kepada Kantor Akuntan  Publik (KAP) berupa sanksi  administrasi dan sanksi pidana  .
Untuk meningkatkan  transparansi dan akuntabilitas dalam  pembinaan, pemberdayaan, dan pengawasan terhadap profesi akuntan  publik dibuatlah Peraturan Pemerintah No. 84/2012 tentang Komite Profesi Akuntan Publik serta UU. No. 5/2011 tentang  akuntan  publik  mengamanatkan pembentukan  Komite  Profesi  Akuntan  Publik yang bersifat independen. Komite ini diharapkan daat menjembatani kepentingan praktisi akuntan publik dan Asosiasi  Profesi Akuntan Publik serta Menteri sebagai pembina dan pengawas profesi akuntan publik. Keberadaan komite akan mendorong terwujudnya perlindungan yang seimbang terhadap  kepentingan  publik dan profesi akuntan publik.
Tanggapan : 
Dari uraian diatas  maka dapat kita simpulkan beberapa hal  yang berkaitan dengan pelaksanaan kode etik akuntan publik dan  pelanggaran  yang  dilakukan oleh akuntan  publik atau KAP :
1.      Bentuk pelanggaran  yang dilakukan adalah  memberikan laporan keuangan yang berbeda-beda kepada publik. Sudah sepatutnya akuntan publik bekerja secara profesional dan memiliki sifat kehati-hatian.
2.      Dampak pelanggaran  kode etik yang dilakukan akuntan  publik adalah kerugian bagi investor  yang  memanfaatkan  hasil audit akuntan  publik, berkurang atau bahkan  hilangnya kepercayaan  masyarakat terhadap profesi akuntan  publik, dan pada akhirnya
akan  merugikan  profesi akuntan itu sendiri.

2.Kenapa Etika Profesi Penting ?
pengertian  etika  profesi  adalah  suatu  ilmu  mengenai  hak  dan kewajiaban  yang  dilandasi dengan  pendidikan  keahlian  tertentu.  Dasar  ini  merupakan  hal  yang diperlukan dalam beretika profesi. Sehingga tidak terjadi penyimpangan – penyimpangan  yang  menyebabkan  ketidak sesuain.
Profesionalisme  sangat  penting dalam  suatu  pekerjaan, bukan  hanya loyalitas tetapi etika profesilah  yang  sangat  penting. Etika sangat penting dalam  menyelesaikan suatu masalah, sehingga bila suatu profesi  tanpa etika akan  terjadi  penyimpangan -penyimpangan  yang mengakibatkan  terjadinya  ketidakadilan.  Ketidakadilan  yang  dirasakan  oleh  orang lain  akan mengakibatkan  kehilangan  kepercayaan  yang  berdampak sangat buruk, karena  kepercayaan merupakan  suatu  dasar  atau  landasan  yang  dipakai  dalam  suatu  pekerjaan.
Etika profesi dapat diterapkan di segala profesi  yang ada dalam  kehidupan  manusia, oleh sebab  itu cakupan etika profesi  sangat  luas. Segala jenis  pekerjaan  memiliki  aturan  main  tersendiri. Pada dasarnya etika  profesi  mencakup  beberapa hal  pokok yang berlaku umum untuk setiap profesi, hal-hal pokok tersebut yaitu:
a. Tanggung Jawab; baik terhadap pekerjaan, hasil, serta dampak pekerjaan tersebut,
b. Keadilan; berkaitan  dengan hak-hak orang lain yang wajib dipenuhi oleh kita dalam  melakukan suatu profesi.
c. Otonomi, hal ini bermaksud  untuk memberikan  kewenangan  kepada  setiap  orang  sesuai dengan  tuntutannya  dalam  menjalani  suatu  profesi

3.Lebih penting mana antara Etika dengan Kemampuan Pribadi ?
Etika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang di lakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia. Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani ethos , yang berarti adat kebiasaan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu pengetahuan tentang asas – asas akhlak. Ahmad Amin menegaskan etika ialah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Sedangkan  Kemampuan  Pribadi  adalah  kemampuan  yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas mental –berfikir,  menalar, dan  memecahkan  masalah.  Individu  dalam  sebagian  besar  masyarakat  menempatkan  kecerdasan dan  untuk  alasan  yang tepat, pada nilai  yang  tinggi. Individu  yang  cerdas  juga  lebih  mungkin menjadi  pemimpin dalam suatu kelompok jadi yang lebih penting adalah etika.


Sumber: https://agungkevinkarang.wordpress.com/2015/12/31/pelanggaran-kode-etik/
By : rosetia
An Unfortunate Weekend
It was Saturday morning when the sun shine forced me to open my eyes. My body still wanted to lay on my bed, but the sun shine defeated me. I opened my eyes slowly, started to inhale the fresh air.
“It must be a beautiful day for me,” thought me.
I started to leave my bedroom and sat near the window.
I smiled myself, thought what will happen. A beautiful weekend on the mountain. Spent my time without thinking all of my tasks from the lecturers. Yeah…. It would be a great weekend. I could imagine what a passionate weekend in there.
Minutes by minutes passed. I still sat near the window imagine my weekend. I looked at my watch. It was 8 AM.
“Oh...When will the afternoon come? I have not been calm to wait it.”
Suddenly, my hand phone rang. I took it and saw there was a calling from my friend, Artha.
“Morning, Dewi. Have you opened your eyes?” there was a piercing voice from my hand phone.
“Morning, Artha. Of course, you can hear how an enthusiastic my voice, can not you?” answered me.
“Hohoho… I think so. Ok, I just want to remain you that we will go to Betung Mount at 1 PM. You have to prepare all you need. And do not forget to have breakfast and lunch before we go.” Artha explained me.
“Alright, I have imagined spending my weekend in Betung Mount. Oh… I become not calm to wait the time.”
“Ok, just prepare yourself and I do to.”
  “Of course, thank you.”
Then, I took a bath and prepared all we need. A tent, sleeping bag, several food, and whatever I need. I looked at my watch again. It was still 11 AM. The hand clock walked slowly. It was as a snail. I waited and waited. Then, the time I waited came. Artha and I were ready to go to Betung Mount. We went to there by bus, but in the middle of my trip the bus broken down. It was never thought by me. Minutes by minutes walked. It was almost an hour until the bus repaired. Then, we continued our trip. 
Arriving in Wiyono village, we met many people wanted to climb the mount. I was very happy when we started to climb the mount. In the middle of our trip, the rain came, so we should take the shelter. The path became muddy and difficult to pass. It was hard to reach the camp. I became desperate. 
Finally, we arrived at the camp at 9 AM. I became happy and expected the day would be a passionate as I imagined. My tired disappear when I looked the landscape of the mount. We built our tent and prepared to cook the food, but the unfortunate thing happened again and again. When I wanted to pour the white spiritus, it spilled. I was regret and blame myself because we would stay there until Sunday afternoon. Finally, we used another white spiritus. After finishing cooking, we put the meal on the banana’s leaf and all of us sat around it. I got an unfortunate thing again. When I ate the meal, there was a chili on it without I knew it before. My mouth became hot and red, my stomach became trouble.
“Oh…How a terrible day for me.” I thought myself.
I drank much water until the pungency vanished. It was 12 PM when the cloud became dark. The breeze run touching me. My skin felt eerie because of chilled. I took my sleeping bag and gathered with the others to enjoy the night. Suddenly, the rain came when we were singing together around bonfire. All of us were hurry to go to our tent as a group of ants finding the food. I became angry and fed up with this day. I could not enjoy my weekend in there. 

1.       I opened my eyes slowly, started to inhale the fresh air.
2.       I started to leave my bedroom and sat near the window.
3.       I smiled myself, thought what will happen.
4.       It would be a great weekend
5.       I still sat near the window imagine my weekend. I looked at my watch. It was 8 AM.
6.       I took it and saw there was a calling from my friend, Artha.
7.       We met many people wanted to climb the mount
8.       When I wanted to pour the white spiritus, it spilled.
9.       I drank much water until the pungency vanished


By : rosetia
Artikel
WEDNESDAY, 16 JULY, 2014 | 10:50 WIB
BI Distributes Rp11 trillion New Bankotes

TEMPO.CO,Jakarta – Bank Indonesia (BI) deputy governor Ronald Waas said the central bank has distributed some Rp11 trillion of new bankotes in the first week of Ramadan. BI estimated the public would require about Rp118,5 trillion in cash during the Eid holiday season.

Was said 92 percent of the bankotes comprises of bills worth higher than Rp20,000. The remaining eight percent, he said, are small changes of Rp10,000 and lower.

BI previously said there is a 14,9 percent growth in cash needs for this year’s Eid season. In 2013, the people needed Rp103,2 trillion in cash during the Eid holidays. This bank projected a total need of Rp118,5 trillion.

MAYA  NAWANGWULAN


Opinion

In the first week of Ramadan BI estimates that about Rp11 trilliun bankotes will be distributed and the society will require Rp118,5 trillion in cash
And BI also increase that Rp.14,9 percent of the case needs
Where during 2013 it was Rp103,2 cash needs during the holiday of Eild fitrih


- Copyright © Rosetia Sinurat - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -