Popular Post

Posted by : rosetia Jumat, 17 Januari 2014

Keluarga sebagai Media Pendidikan


     Keluarga adalah media pendidikan yang paling utama, bahkan banyak ahli pendidikan mengatakan kalau seseorang jika dalam keluarga tidak dididik secara optimal maka dalam tahap selanjutnya akan sulit dididik pula, dan sebaliknya, jika pendidikan dalam keluarga berjalan optimal, maka pendidikan di media lain tak akan terhambat.
Apa yang menjadi kekurangan keluarga ?
1. Kedekatan personal dengan anak
2. Kontrol sosial
3. Akomodasi minat anak
4. Pengetahuan dan penerapan tentang nilai nilai luhur
     Kedekatan personal dengan anak sangat perlu untuk dioptimalkan, karena ketika anak sudah dekat secara personal dengan keluarganya maka keluarga akan lebih mudah dalam mendidik anak, dalam menanamkan nilai nilai yang luhur yang harus dimiliki anak, selain itu pula anak akan sering bercerita tentang masalah kehidupannya di luar keluarga, sehingga orang tua dapat mengetahui keadaan yang dialami anak dan lebih mudah dalam memberikan kontrol.
     Dan untuk mendekatkan secara personal dengan anak, harus dipahami bahwa seseorang akan dekat dengan seseorang yang lain jika seorang yang lain itu dapat memuaskan kebutuhannya, entah itu secara jasmani maupun rohani. Maka jika keluarga dalam keadaan yang secara jasmani mampu mencukupi kebutuhan anak tetapi masih belum dekat, hal itu berarti kebutuhan anak secara rohani belum terpenuhi, dalam hal ini orang tua dibutuhkan kehadirannya untuk anak secara efektif dan mengena, dan pendekatan ini hendaknya disesuaikan dengan kepribadian anak (yang tentunya, orang tua lebih tahu daripada penulis).
     Kontrol sosial, bukan berarti mengekang anak dalam seluruh kehidupannya, melainkan meluruskan ketika anak melakukan penyimpangan terhadap nilai nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Dan hal ini sangat penting dengan tujuan anak tetap berada di dalam nilai nilai luhur dan tidak terjerumus secara berulang dalam penyimpangan sosial.
     Kontrol sosial harus dilakukan dengan cara cara yang bijak. Cara yang paling bijak adalah orang tua memberitahu kepada anak mengenai penyimpangan yang dia lakukan kemudian orang tua juga menerapkan hal yang sama, secara mudah hal ini dikatakan sebagai keteladanan. Contoh kecil, tidak tepat jika orang tua mengingatkan anaknya untuk tidak mengatakan hal hal yang kotor, tetapi orang tua sendiri berkata kotor. Kemudian mengenai cara memberitahu anak, pada awalnya hendaknya dilakukan dengan lemah lembut, apalagi jika anak masih berusia kecil, sedangkan jika sudah menginjak masa remaja, haruslah diperhatikan beberapa hal, yaitu kepribadian anak dan keterikatan anak terhadap penyimpangan yang ia lakukan. Untuk apa ? Supaya porsi yang orang tua berikan pada anak adalah porsi yang pas, analoginya, tidak perlu menggunakan mobil untuk memecahkan kacang kenari, begitu pula jika hendak memcahkan kelapa dengan gunting, tentu tidak akan pecah.
     Akomodasi minat anak mencakup empat hal, yaitu pengakuan dan dukungan terhadap minat anak, serta pengawasan dan pemberian fasilitas kepada anak dalam menjalani minatnya. Dan hal ini adalah hal yang perlu penulis garis-bawahi karena banyak anak yang merasakan minatnya tidak terakomodasi dengan baik. Banyak siswa SMA yang berminat untuk melanjutkan studinya ke bidang Ilmu Pengetahuan Sosial atau Bahasa begitu memberitahukan (dengan tujuan meminta restu) kepada orang tuanya, langsung minatnya ditolak mentah mentah karena orang tua menghendaki anak untuk melanjutkan studi ke bidang Ilmu Pengetahuan Alam.
     Sangat boleh ketika orang tua khawatir ketika anak di masa depan tidak dapat menghidupi dirinya sendiri dan keluarga, tetapi kekhawatiran ini lantas tidak boleh dijadikan alasan yang saklek untuk melarang anak menjalani minatnya. Orang tua hendaknya mempelajari (dalam artian memperluas informasi) tentang minat yang anak tuju, dan mempertimbangkan hal hal positif dan negatif dari informasi yang didapat, kemudian mengajak anak bertukar pikiran mengenai minatnya supaya terjalin tukar informasi, dan orang tua harus berlapang dada jika memang minat anak dapat memberikan kecukupan (atau bahkan kelimpahan) ketika hidup di masa depan nanti.
     Yang perlu diingat orang tua dalam masalah minat anak adalah tidak semua orang dalam suatu bidang itu sukses semua, dan tidak semua orang dalam suatu bidang itu gagal semua. Semua orang mempunyai kemampuan untuk sukses dari jalan yang ia mau, dari hal yang ia minati. Tidak semua dokter sukses, dan tidak semua seniman gagal.
     Dan supaya bisa lebih percaya dengan anak dan minatnya, hendaknya orang tua memberikan anaknya tantangan untuk melakukan hal yang bisa membuktikan potensi anak dalam minatnya, sebagai contoh jika anak berminat untuk menjadi atlit lari, maka tantang anak dalam hari tertentu untuk lari memutari lapangan tertentu sebanyak jumlah tertentu dengan batas waktu tertentu, jika anak mampu untuk melewati tantangan, maka orang tua harus rela hati mengizinkan anak dan mendukungnya secara penuh untuk menjalani minatnya. Namun, tantangan yang diberikan haruslah tantangan yang masuk akal tetapi tidak terlalu mudah, contoh tadi, tidak masuk akal jika tantangan yang diberikan adalah lari sejarak 400 meter dalam waktu setengah menit, dan terlalu mudah jika tantangan yang diberikan adalah lari sejauh 1 kilometer dengan batas waktu satu jam.
     Pengetahuan dan penerapan nilai nilai luhur adalah hal yang paling pokok dalam pendidikan dalam keluarga, karena tentu tanpa pengetahuan, arah pendidikan keluarga akan kabur dan tidak bisa disebut sebagai pendidikan yang sebenarnya, dan tanpa adanya penerapan, maka anak akan cenderung melihat penerapan orang tua, dan meniru penerapan yang ada. Maka hal ini sangat perlu diperhatikan, dan harus dinomor-satukan dalam pendidikan dalam keluarga.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Rosetia Sinurat - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -