Archive for Oktober 2014
Sukrisno Hadi
By : rosetia
Sukrisno Hadi, salah seorang pendiri
Koperasi Pegawai Perum Peruri (Kopetri) mengungkapkan, perlu dibentuk koperasi.
Berangkat dari realita sosial para pegawai Perum Peruri itu Koperasi memang
berhasil dibangun.
Peruri atau percetakan uang Republik
Indonesia memang tempat mencetak uang. Tetapi tidak berarti bahwa pegawai di
sana bisa mencetak uang sesuka hatinya. Uang yang dicetak sesuai dengan jumlah
yang dipesan oleh Bank Indonesia.
Karena itu pegawai di BUMN itu digaji dengan
standar pemerintah. Itu berarti gaji mereka tidak juga melimpah. Bahkan tidak
jarang ada yang kekurangan. Dalam kondisi seperti itu Sukrisno Hadi, salah
seorang pendiri Koperasi Pegawai Perum Peruri (Kopetri) mengungkapkan, perlu
dibentuk koperasi.
Berangkat dari realita sosial para pegawai
Perum Peruri itu Koperasi memang berhasil dibangun. Bahkan tahun 1991, koperasi
tersebut berhasil meraih predikat Koperasi Teladan Utama Nasional. Predikat itu
diraih karena keberhasilannya mengembangkan unit-unit usahanya. Keberhasilan
koperasi jangan dilihat dari aset dan laba bersihnya, tetapi sejauh mana
koperasi itu menyejahterakan anggotanya. Koperasi itu adalah kumpulan orang dan
bukan kumpulan modal.
sumber : .wordpress
sumber : .wordpress
Tag :
Ekonomi Koperasi,
Prof. DR. Sri Edi Swasono
By : rosetia
Sri Edi Swasono
adalah menantu pertama Bung Hatta, bapak
koperasi Indonesia. Akan tetapi, bukan hanya itu yang membuat gigih dalam
mengobarkan semangat hidup berkoperasi dalam masyarakat Indonesia. Jauh-jauh
hari sebelum menikah dengan Meutia Farida Hatta, anak tertua Bung Hatta, Sri
Edi sudah menaruh perhatian pada koperasi.
Sri Edi lahir di Ngawi, Jawa
Timur pada tanggal 16 September 1940, menurut dia koperasi harus menjadi
sokoguru perekonomian. Kesokoguruan itu merupakan konsekuensi logis dari
ditetapkannya demokrasi ekonomi sebagai faham perekonomian nasional sejak mulai
berlakunya UUD 1945, yaitu sebagai upaya merealisasikan cita-cita politik untuk
mengubah perekonomian kolonial menjadi perekonomian nasional.
Seperti kita ketahui, perekonomian kolonial di masa lalu sangat
ekspoitatif, dan telah menempatkan perekonomian rakyat Indonesia tersubordinasi
secara struktural oleh perekonomian maju dan modern kaum penjajah. Sistem
ekonomi Indonesia yang berdasarkan demokrasi ekonomi menentang “free fight
liberalism” dan itu ditegaskan dalam GBHN. Oleh karena itu, pemerintah harus
tetap menjaga bahwa kedaulatan rakyat tidak boleh dikalahkan oleh kedaulatan
pasar, karena sistem ekonomi pasar bebas akan menggusur kedaulatan ekonomi
rakyat dan mereka yang lemah posisi ekonominya.sumber : .wordpress.
Tag :
Ekonomi Koperasi,
Muchtar Mandala
By : rosetia
Muchtar yang lahir di Pandeglang
pada tanggal 5 Juni 1945 yang sempat menjadi Direktur Utama Bukopin ini
mengalami permasalahan dalam menjalankan pekerjaannya. Ibarat biduk, Bukopin
(Bank Umum Koperasi Indonesia) melaju diantara dua karang.
Bukopin adalah bank umum, karenanya harus
tunduk pada UU No. 14 Tahun 1967. Secara operasional, ia harus benar-benar
mengikuti seluruh aturan perbankan. Sedangkan sebagai koperasi, Bukopin tunduk
pada pemiliknya yaitu berbagai macam koperasi-koperasi di Indonesia.
Berbeda dengan bank swasta
lainnya yang membagi deviden diakhir tahun anggarannya, Bukopin membagi SHU
(Sisa Hasil Usaha). Dan kalau bank swasta ada rapat umum pemegang saham, yang
terjadi dalam Bukopin adalah rapat anggota tahunan (RAT). Lalu bagaimana
Muchtar mengembangkan Bukopin sebagai bank milik koperasi sesuai dengan
idealisme koperasi? Menurutnya, koperasi tetap merupakan lembaga usaha, karena
itu tuntutannya pun harus seperti badan usaha yang lain, profesional.
Nafasnya memang gotong royong, koperasi,
tetapi jalannya harus tetap profesional. Memang ia tidak semata-mata mencari
keuntungan yang sebesar-besarnya, tetapi kesejahteraan anggota. Itu inti
koperasi. Untuk kesejahteraan anggotanya itulah koperasi tidak boleh rugi,
harus bisa bersaing, harus profesional.
sumber : .wordpress
Tag :
Ekonomi Koperasi,
Mubha Kahar Muang, SE.
By : rosetia
Mubha Kahar Muang merupakan
tokoh generasi muda dan dunia koperasi Indonesia.Wanita kelahiran Ujung Pandang
pada tanggal 7 April 1953 ini banyak terlibat di berbagai organisasi, mulai
dari KNPI, Himpunan Wanita Karya, atau Kosgoro. Dan, satu prestasi yang tak
kalah penting dalam keterlibatannya di Koperasi Sopir Taksi Jakarta Raya (Kosti
Jaya).
Keberadaan Mubha dengan segala kiprahnya
seolah menjadi duta kaum wanita Indonesia, khususnya di dunia koperasi, yang
selama ini masih terkukung dengan mitos-mitos yang serba membatasi. Ia
tampaknya menjadi salah seorang wanita yang mampu menghancurkan mitos itu. Ia
tampil dengan gigih, dan kemudian berhasil. Sebuah figur yang langka, yang
layak dijadikan teladan bagi kaumnya.
sumber : .wordpress.
sumber : .wordpress.
Tag :
Ekonomi Koperasi,
Ir. Mohammad Iqbal
By : rosetia
Mohammad
Iqbal adalah mantan ketua Dewan Mahasiswa ITB Bandung tahun 1977, Beliau juga pernah
menjadi ketua umum Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo).Beliau mulai tertarik
kepada hal-hal yang bersifat kooperatif sejak masih menjadi mahasiswa ITB.
Pada tahun 1980 diadakan seminar mengenai koperasi
mahasiswa oleh Direktorat Jenderal Koperasi, timbul gagasan untuk mendirikan
koperasi sekunder di kalangan pemuda dan mahasiswa, lahirlah Koperasi Pemuda
Indonesia (Kopindo) pada tanggal 11 Juni 1981.
Koperasi-koperasi mahasiswa yang
muncul dan langsung ikut mendukung didirikannya Koperasi Pemuda Indonesia
tersebut.Bapak kelahiran Yogyakarta, 5 November 1955 yang menyelesaikan sekolah
dasar dan menengah di Jakarta itu, selain berpengalaman di lapangan juga pernah
mengikuti seminar dan latihan di dalam maupun di luar negeri, diantaranya
latihan penyuluhan bagi pejabat koperasi di Jakarta dan seminar mengenai audit
koperasi di Jerman Barat.
sumber : .wordpress.
sumber : .wordpress.
Tag :
Ekonomi Koperasi,
